Japan Open 2026 - Sindhu Kembali ke Partai Puncak

Pusarla V. Sindhu (Djarum Badminton)
Pusarla V. Sindhu (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Tokyo | Pusarla V. Sindhu akhirnya kembali menembus final turnamen besar usai penantian panjang. Partai puncak Japan Open 2026 menjadi final perdananya di Tur Dunia BWF sejak Malaysia Masters 2024 atau lebih dari dua tahun lalu. Sementara itu, untuk turnamen dengan level di atas Super 500, penampilan terakhir tunggal putri India tersebut di partai puncak terjadi pada BWF World Tour Finals 2021, sekitar 55 bulan silam.

Sindhu memastikan tiket final sekaligus memutus tren negatif melawan Chen Yu Fei setelah meraih kemenangan pertama dalam enam pertemuan terakhir mereka. Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Sabtu (18/7), Sindhu tengah memimpin 21-19, 15-10 ketika Chen memutuskan mundur akibat cedera otot paha kanan.

Meski kemenangan diraih setelah lawannya mengundurkan diri, penampilan Sindhu sepanjang pertandingan tetap layak mendapat apresiasi. Juara dunia 2019 itu tampil mendekati performa terbaiknya dengan terus menekan Chen melalui permainan agresif, memaksa tunggal putri China tersebut bertahan di bawah tekanan hingga akhirnya tak mampu melanjutkan pertandingan. "Saya ingin bermain dengan kemampuan 100 persen, tetapi dia bermain sangat baik. Serangannya eksplosif dan saya terus-menerus berada dalam posisi bertahan," ujar Chen sebagaimana dilaporkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia.

"Saya merasa tidak nyaman dan tidak sanggup melanjutkan pertandingan di gim kedua. Saya sudah merasakan nyeri ini saat pertandingan kemarin, jadi saya sudah menjalani banyak terapi pijat dan akupunktur, tetapi hari ini saya masih merasakannya. Ini adalah cedera yang saya dapatkan saat pertandingan kemarin," ungkap pemain peringkat ke-4 dunia itu.

Sindhu merasa senang dengan kemampuannya mengelola aspek mental dalam pertandingan tersebut. "Saya sangat senang bisa melaju ke final. Hari ini, menjaga fokus saat menghadapi pemain seperti dia sangatlah penting. Saya sempat unggul, tetapi dia berhasil mendekati perolehan poin saya, jadi saya harus tetap fokus," katanya.

Namun, Sindhu masih menghadapi tantangan berat dalam upayanya memburu gelar juara perdana Japan Open. Di partai partai puncak, ia akan berhadapan dengan unggulan kedua sekaligus juara terbanyak turnamen ini, Akane Yamaguchi, yang telah mengoleksi empat gelar.

Tunggal putri tuan rumah itu kembali menunjukkan daya juangnya saat menyingkirkan wakil Indonesia, Putri Kusuma Wardani, pada semifinal. Setelah tertinggal 9-21 pada gim pertama, Yamaguchi bangkit untuk membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan dalam tiga gim.

Kebangkitan tersebut kembali menegaskan karakter permainan Yamaguchi yang mengandalkan konsistensi, daya juang, dan ketangguhan mental. Seperti yang telah berkali-kali diperlihatkannya sepanjang karier, ia mampu mempertahankan intensitas permainan hingga memaksa lawannya kehilangan momentum, bahkan ketika berada di ambang kekalahan. "Akane bermain lebih cepat di gim kedua," ujar Putri.

"Dia tahu apa yang harus dilakukannya. Begitulah kenyataannya, dia adalah salah satu pemain terbaik, tetapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Saya kecewa dengan hasilnya, tetapi saya bangga pada diri sendiri," Putri, menambahkan.

Sementara itu, Yamaguchi mengaku dukungan publik tuan rumah menjadi salah satu faktor yang membantunya terus melangkah hingga mencapai final. "Kuncinya adalah terus berjuang keras sepanjang pertandingan. Banyak orang yang mendukung saya di sini, dan saya tidak ingin mengecewakan mereka," pungkasnya.