Seusai menjuarai BWF World Tour Finals 2025 dan berperingkat ke-7 dunia, pebulu tangkis tunggal putra asal Prancis itu, sekarang, berada dalam posisi baru dan asing. Acapkali menjadi pemain unggulan saat ia melangkah ke lapangan, bahkan di turnamen terbesar sekalipun.
"Saya merasa sekarang lawan-lawan menghadapi saya dengan lebih santai. Mereka menganggap saya sebagai favorit di atas kertas, sehingga tampil tanpa beban. Karena itu, saya harus bekerja lebih keras untuk membuktikan status tersebut, baik di atas kertas maupun di lapangan, dan mampu mengatasinya," kata Christo, dikutip dari laman Badminton Europe.
Meski belum sepenuhnya puas dengan performanya pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 750 tersebut, Christo mengaku tetap merasa puas dan bangga dengan perlawanan yang ditunjukkannya pada laga delapan besar melawan Jonatan. "Ini adalah pertandingan yang baik. Mungkin bukan yang terbaik dari segi level, tetapi saya berjuang di lapangan dengan segenap kemampuan saya dan hampir dapat memaksa pertandingan berlangsung tiga gim. Meskipun saya banyak kesulitan hari ini," tuturnya.
"Ada hal baik dan buruk dari pertandingan ini, tetapi saya cukup senang dengan cara saya berjuang,” demikian Christo.
Inilah kekalahan pertama Christo dari Jonatan dalam tiga pertandingan terakhir. Sebelumnya, adik kandung Toma Junior Poppov itu menang di babak 16 besar China Open 2025 dan penyisihan grup BWF WTF 2025.


