"Line cukup bermain baik hari ini. Dengan serangan-serangan yang dia punya, dia pakai untuk menyulitkan saya dan dia mencoba untuk membatasi bola atas dan menguasai setengah lapangan ke depan," jelasnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Di gim pembuka, lanjut Putri, Kjærsfeldt lebih banyak mengarahkan permainan ke area depan dan terus menekan, dengan serangan-serangan akurat ke sudut lapangan, yang membuatnya kehilangan stabilitas permainan. "Gim kedua diingatkan pelatih untuk masuk dulu, safe dulu karena kondisi lapangan yang lebih berangin dari hari pertama lalu," tuturnya.
"Selain itu, shuttlecock sering berubah arah sesaat sebelum dipukul jadi saya menyerang ke tengah dulu," Putri, menambahkan.
Di pengujung pertandingan, pemain unggulan keenam itu mengaku menurunkan intensitas permainan setelah mencapai poin ke-20 di gim ketiga. Strategi tersebut justru dimanfaatkan Kjærsfeldt untuk meraih banyak poin hingga hampir menyamakan kedudukan. "Saya juga terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan. Pelajaran untuk tidak terulang lagi," katanya.
Di perempat final, Jumat (16/1), Putri akan menantang unggulan teratas An Se Young asal Korea Selatan. Berdasarkan rekor pertemuan, Putri belum sekali pun meraih kemenangan dari pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia itu, dalam tujuh pertandingan terakhir. "Saya akan mencoba mengeluarkan semua permainan yang dipunya. Semoga rezekinya bisa ngalahin dia besok. Modal bagus bisa curi satu gim di World Tour Finals kemarin," pungkasnya.


