Format Turnamen 11 Hari Dinilai Investasi Jangka Panjang

Salah satu pertandingan pada Indonesia Open 2025 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Salah satu pertandingan pada Indonesia Open 2025 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto menyampaikan, penerapan format baru Indonesia Open dengan durasi 11 hari sebagai turnamen level BWF World Tour Super 1000, merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung arah pengembangan bulu tangkis dunia yang dicanangkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF.

"Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang. Namun, PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF," ujar Bambang melalui siaran pers Humas PP PBSI pada Selasa (10/2).

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, format baru ini juga memberikan nilai tambah dari sisi atlet. "Jumlah peserta nomor tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar," jelasnya.

Menurut Bambang, aspek kondisi bertanding dan pemulihan atlet menjadi perhatian utama. "Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya mengunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen," tambahnya.

Selain aspek teknis dan kompetisi, Bambang menekankan, Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. "Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggaraan Indonesia Open memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan. Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital," ungkapnya.

PBSI menilai bahwa penguatan unsur sportainment, sejalan dengan kualitas kompetisi yang semakin tinggi, akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia, sekaligus mendukung upaya BWF dalam memperluas jangkauan dan popularitas bulu tangkis secara global.