BATC 2026 - Indonesia 2-2 Thailand

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Qingdao | Laga perempat final Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 antara Indonesia dan Thailand untuk sementara sama kuat 2-2, setelah ganda kedua Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal menghentikan perlawanan Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga. Pasangan muda "Merah Putih" itu kalah dua gim 18-21, 19-21 dalam laga yang berlangsung di Qingdao Conson Gymnasium, Qingdao, China.

"Pertama-tama, puji Tuhan bisa bermain dengan lancar, tidak ada cedera. Jadi saya rasa, permainan kami atau mungkin lebih ke saya, kurang bisa dibilang all out," tutur Joaquin melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

"Memang gim pertama banyak kehilangan poin di awal. Sudah mengejar, tapi di poin kritis saya melakukan kesalahan yang fatal sehingga harus kehilangan gim pertama," jelasnya.

Joaquin menilai, gim kedua berlangsung ketat dengan perebutan poin yang saling kejar, tetapi keunggulan yang diraih tak mampu dipertahankan. Ia menyebut terlalu banyak mengangkat bola menjadi celah yang dimanfaatkan Pharanyu/Worrapol, yang keduanya bertipe pemain belakang.

Sementara itu, Raymond menilai, penampilan mereka belum maksimal, seiring menurunnya fokus dan konsentrasi selama pertandingan. "Ganda Thailand bisa lebih all out, sementara kami tidak bisa memanfaatkan keadaan," tuturnya.

Indonesia membuka keunggulan lewat tunggal pertama Moh. Zaki Ubaidillah, yang menaklukkan Panitchaphon Teeraratsakul dengan skor 21-13, 22-20. Namun, Thailand mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah ganda pertama Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul menundukkan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melalui pertarungan tiga gim yang berakhir dengan skor 21-14, 15-21, 17-21.

Tunggal kedua, Prahdiska Bagas Shujiwo, membuat Indonesia kembali unggul berkat kemenangan atas Puritat Arree melalui tiga gim 21-7, 17-21, 21-18 dalam tempo 81 menit.