BAC 2026 - Keping Perunggu bagi Tiwi/Fadia

Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Humas PP PBSI)
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Ningbo | Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti meraih medali perunggu Badminton Asia Championships (BAC) 2026, setelah gagal mencapai partai puncak kejuaraan kontinental perorangan tersebut. Bertanding di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China, Sabtu (11/4), Tiwi/Fadia kalah dari pasangan andalan tuan rumah, Liu Sheng Shu/Tan Ning, melalui dua gim 10-21, 12-21.

"Mereka sangat konsisten dari awal sampai akhir, sudah sangat siap mau main seperti apa. Polanya benar-benar sudah terbentuk, sementara kami mainnya ragu-ragu jadi kurang berani. Mereka lebih nekat hari ini daripada kami," kata Tiwi kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 48 menit tersebut.

Paruh pertama gim pertama berlangsung ketat dengan sejumlah reli panjang. Tiwi/Fadia sempat membuka keunggulan 3-1 setelah mencatatkan tiga poin beruntun di awal gim. Namun, ganda putri nomor satu dunia itu merespons dan membalikkan keadaan. Mereka dua kali menyamakan skor pada 5-6 dan 6-6, berbalik unggul dengan memanfaatkan kesalahan lawan, termasuk beberapa pengembalian Fadia yang menghantam net. Liu/Tan pun menutup interval dengan keunggulan 11-7.

Selepas jeda, Liu/Tan langsung menambah dua poin beruntun melalui serangan agresif yang diarahkan ke Tiwi, yang gagal mengantisipasi tekanan tersebut. Pasangan juara All England 2026 itu terus memperbesar keunggulan hingga mengantongi 11 game point, kemudian mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 21-10 dalam tempo 19 menit.

"Di awal kami sempat sudah pegang cara mainnya, tapi kami tidak konsisten, terus-menerus melakukan kesalahan sendiri," kata Fadia.

Pada awal gim kedua, Liu/Tan langsung melesat dengan meraih tiga poin beruntun. Namun, Tiwi/Fadia dapat mengimbangi permainan dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Setelah itu, pertandingan berlangsung ketat dengan selisih poin yang tidak pernah lebih dari dua angka, hingga Liu/Tan menutup interval dengan keunggulan 11-9.

Setelah interval, Liu/Tan dengan cepat memperlebar keunggulan. Mereka selalu unggul dalam reli-reli panjang dan memiliki pertahanan yang solid yang membuahkan empat poin beruntun untuk memimpin 17-11. Memasuki fase krusial, Tiwi/Fadia justru kesulitan mengimbangi permainan Liu/Tan, yang terus melaju hingga mengamankan delapan match point, lalu menutup gim kedua dengan kemenangan 21-12.

Meski hanya berstatus semifinalis BAC 2026, Fadia menilai performa mereka terus menunjukkan progres di setiap turnamen sebagai hasil dari evaluasi pada turnamen-turnamen sebelumnya. "Bersyukur di sini bisa sampai ke semifinal, tapi kami mau lebih lagi, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki," katanya.

"Kami harus lebih mengasah lagi permainan-permainan kami untuk siap menghadapi pasangan berbeda yang punya pola permainan yang berbeda-beda juga," Tiwi, menambahkan.