Klik untuk informasi semua lapangan

Lengkap Sudah Gelar Utama An Se Young

An Se Young (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
An Se Young (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Ningbo | Usai melalui pertandingan panjang nan melelahkan di final Badminton Asia Championships (BAC) 2026, An Se Young akhirnya menyandang status juara Asia! Pebulu tangkis Korea Selatan itu juga menjadi tunggal putri pertama yang berhasil menyapu bersih gelar-gelar utama setelah meraih titel perdananya di kejuaraan kontinental perorangan tersebut, yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Minggu (12/4).

Gelar juara Asia menjadi satu-satunya titel besar yang sebelumnya belum melengkapi catatan prestasi gemilang pemain kelahiran Gwangju itu. Ia telah lebih dulu menjuarai BWF World Tour Finals, meraih medali emas Olimpiade, gelar juara dunia, dan medali emas Asian Games.

Para pemain yang pernah mencatatkan prestasi serupa antara lain Lin Dan dari China dan Viktor Axelsen asal Denmark di nomor tunggal putra. Ge Fei/Gu Jun dan Chen Qingchen/Jia Yifan di ganda putri serta Zheng Siwei/Huang Yaqiong di ganda campuran. Pada usia 24 tahun, An Se Young menjadi pemain termuda yang mencapai pencapaian tersebut.

"Sejak tiba di Ningbo, saya terus mendengar bahwa gelar Badminton Asia Championships adalah bagian terakhir yang belum ada dalam daftar prestasi saya. Saya menyadarinya dan merasakan tekanan tersebut," ungkap juara All England 2023 dan 2025 itu, dilansir The Straits Times.

"Namun, saya terus mengingatkan diri untuk tetap fokus pada setiap momen dan pertandingan yang dijalani. Kini, saya akhirnya bisa mengatakan bahwa saya berhasil dan mampu melewatinya dengan terus melaju," An, menambahkan.

Dalam final BAC 2026, An bertemu rivalnya yang juga wakil tuan rumah, Wang Zhi Yi. Kedua pemain bertarung sengit selama 100 menit, tetapi An berhasil memastikan kemenangan rubber game 21-12, 17-21, 21-18. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi ajang balas dendam atas kekalahannya dari Wang di final All England 2026, Maret lalu, serta memperbesar keunggulan rekor pertemuan menjadi 19-5.

Laman Olympic.com melaporkan, gim pertama relatif berjalan mulus bagi An, yang mampu menjauh dalam perolehan poin sejak kedudukan 7-7 dan tidak pernah tertinggal akhir gim pembuka. Namun, dengan dukungan publik tuan rumah, Wang bangkit pada gim kedua dengan unggul cepat 8-2. An sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 13-11, tetapi Wang kembali memperlebar keunggulan setelah meraih tujuh dari 10 poin berikutnya dan memaksakan laga berlanjut ke gim penentuan.

Pada gim ketiga, An kembali memegang kendali dan unggul 13-7. Meski demikian, Wang menunjukkan perlawanan sengit hingga mampu menyamakan kedudukan 15-15. Dalam momen krusial, An tampil dapat merebut empat poin beruntun untuk memimpin lebih jauh. Wang dapat memperkecil selisih menjadi 19-18, tetapi An akhirnya memastikan kemenangan dan meraih gelar juara Asia pertamanya.

Sementara itu, empat rekan senegara An, Kim Won Ho/Seo Seung Jae dan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju bertemu di final ganda putra. Laga tersebut dimenangkan oleh Kim/Seo, sekaligus menjadi gelar perdana BAC bagi pasangan nomor satu dunia ini, setelah mengalahkan Kang/Ki melalui straight games 21-13, 21-17.

Adapun di sektor ganda campuran, pasangan Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, yang memulai perjalanan dari babak kualifikasi, sukses meraih gelar juara. Lawan mereka di final, pasangan Thailand Dechapol Puavarnukroh/Supissara Paewsampran, tidak dapat bertanding akibat cedera.

Situs berita The Chosun Daily mencatat, ini menjadi kali pertama sejak 2004, saat Jeon Jae Yeon (tunggal putri), Lee Hyo Jung/Lee Kyung Won (ganda putri), serta Kim Dong Moon/Ra Kyung Min (ganda campuran) meraih medali emas. Korea Selatan kembali mengoleksi tiga gelar juara Asia setelah penantian selama 22 tahun.

Korea Selatan pertama kali mencatatkan torehan tiga gelar juara Asia pada 1991, ketika Kim Moon Soo/Park Joo Bong (ganda putra), Jung So Young/Hwang Hye Young (ganda putri), serta Park Joo Bong/Jung Myung Hee (ganda campuran), berhasil naik ke podium teratas.

Catatan lain yang tak kalah penting, pada nomor beregu, An turut membawa tim putri Korea Selatan menjuarai Piala Uber 2022 dan Badminton Asia Team Championships 2026. Adapun dua gelar beregu yang belum pernah diraihnya adalah Piala Sudirman dan Badminton Asia Mixed Team Championships.