All England 2026 - Kim/Seo Bongkar Kelemahan Raymond/Nikolaus

Kim Won Ho/Seo Seung Jae & Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Kim Won Ho/Seo Seung Jae & Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Pencapaian babak empat besar turnamen bulu tangkis All England 2026 yang diraih oleh ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjadi hasil terbaik bagi tim bulu tangkis "Merah Putih". Pasangan muda itu menghentikan sejumlah ganda putra elite dunia, termasuk dua pasangan penghuni peringkat sepuluh besar dunia.

"Namun, di tangan ganda putra terbaik dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, kelemahan Raymond/Nikolaus terlihat," tulis Kompas pada Senin (9/3).

Pasangan juara Australian Open 2025 itu kalah dua gim langsung 19-21, 13-21 dari Kim/Seo, dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu (7/3)..

Dalam artikel bertajuk "Oleh-oleh Raymond/Nikolaus" itu disebutkan, pola permainan menyerang cepat Raymond/Nikolaus pada akhirnya mampu diredam Kim/Seo. Pasangan "Negeri Ginseng" itu sempat tertinggal tiga poin di pertengahan gim pertama, yaitu pada skor 8-11 dan 12-15. Dalam situasi tersebut, kapasitas Kim/Seo sebagai pemain papan atas terlihat lewat permainan yang tetap tenang meski terus mendapat tekanan sejak awal reli. 

"Kecepatan pasangan Indonesia berusia 21 dan 20 tahun itu diredam dengan kecerdikan Kim/Seo dalam melihat celah di lapangan lawan. Ke arah celah inilah, mereka menempatkan pukulan, baik dengan smes atau dengan mengubah ritme permainan, seperti melakukan dropshot," surat kabar harian tersebut, melaporkan.

Dalam laporan tersebut juga diungkap, perbedaan lain antara Kim/Seo dan Raymond/Joaquin ada pada penyelesaian akhir. Pasangan muda "Merah Putih" kerap melakukan kesalahan dalam penyelesaian akhir setelah merancang serangan, tetapi hal yang sama sangat jarang terjadi pada Kim/Seo.

Meski terhenti di semifinal, Raymond/Joaquin dinilai masih memiliki banyak waktu untuk terus mengembangkan kemampuan agar mampu menembus jajaran ganda putra papan atas dunia. "Semifinal All England, setidaknya bisa menjadi modal untuk terus berkembang," demikian Kompas.