"Setelah menjuarai Australian Open, kami mencoba mengubah pola pikir. Kami ingin meraih lebih banyak lagi. Karena itu, kami berusaha tetap termotivasi, berlatih lebih keras, dan menjaga semangat tersebut tetap hidup," kata Joaquin, dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Sabtu (7/3).
Turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut tidak hanya menyajikan persaingan ketat di fase akhir, tetapi juga sejak babak-babak awal, tak terkecuali bagi Raymond/Joaquin yang menjalani debut mereka. Mereka menjadi wakil "Merah Putih" pertama yang melangkah ke babak 16 besar setelah menang tiga gim 17-21, 21-12, 21-19 atas pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.
Di babak 16 besar, mereka kembali menunjukkan ketangguhan dengan menyingkirkan senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, juga melalui rubber game yang berakhir dengan skor 8-21, 21-14, 21-16 dalam durasi 55 menit. Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Raymond/Joaquin atas Fajar/Fikri dalam tiga pertemuan terakhir, setelah menang di final Australian Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.
Di babak perempat final, Jumat (6/3), ganda putra peringkat ke-17 dunia tersebut menciptakan kejutan dengan menyingkirkan pasangan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang. Dalam pertemuan perdana dengan wakil Negeri Tirai Bambu itu, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menang dua gim langsung 21-18, 21-12 dalam tempo 36 menit.
Raymond pun meluapkan rasa senangnya setelah memastikan satu tempat di babak semifinal. Menurutnya, turnamen tertua dan paling prestisius di dunia tersebut adalah salah satu arena kompetisi yang diimpikan oleh setiap atlet bulu tangkis. Pemain kelahiran Bandung itu mengaku tidak sabar merasakan atmosfer pertandingan semifinal dan bertekad memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Indonesia.
Tantangan besar bagi Raymond/Joaquin sudah menanti di depan mata. Mereka dijadwalkan bertemu ganda putra nomor satu dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, di semifinal. Satu tahun yang lalu, Leo/Bagas berupaya meredam permainan pasangan Korea Selatan tersebut, tetapi akhirnya harus titel runner-up.
Memasuki babak empat besar turnamen bulu tangkis yang telah memasuki edisi ke-116 ini, Joaquin menegaskan keinginan mereka untuk membuktikan mampu meraih hasil terbaik saat menghadapi sang juara bertahan. Ia berencana menerapkan pola pikir yang sama seperti ketika bertanding melawan Liang/Wang, saat nanti berhadapan dengan Kim/Seo. "Kami bertanding dengan mindset, sama-sama mempunyai kesempatan untuk menang. Jadi kami tanamkan mindset itu," pungkasnya.


