"Nggak mudah, karena lawan bermain baik, sangat baik. Pola yang mereka terapkan sempat menyulitkan kami. Keluar dari pola mereka itu nggak mudah juga. Tapi puji Tuhan dengan daya juang, komunikasi, dan rasa gak mau kalah yang tinggi. Pelan-pelan kami bisa keluar dari tekanan dan mengontrol jalannya pertandingan sampai selesai dengan kemenangan," papar Felisha melalui siaran pers Humas PP PBSI.
Pasangan muda "Merah Putih" itu kesulitan menerapkan pola permainan mereka di gim pertama, hingga tertinggal jauh. Di gim kedua, sejatinya mereka sempat unggul jauh 17-13, tetapi Gicquel/Delrue terus mendekat hingga terjadi setting. Jafar/Felisha yang bermain lebih agresif, berhasil memaksakan dimainkannya gim penentuan.
Di gim ketiga, Jafar/Felisha semakin percaya diri, mereka terus menggempur pertahanan Gicquel/Delrue hingga rotasi lawan berantakan. Gicquel dibuat berlari hingga ke sudut lapangan. "Di gim pertama setelah interval, mempercepat tempo permainan, mengurung kami terus. Kami juga ‘kalah angin’ tenaga tangannya kurang kuat. Lawan benar-benar menyerang terus, kami tertekan dan bingung keluar dari situasi ini," ungkap Jafar.
"Kami melihat ini masih bisa (menang), kok, jangan gampang menyerah. Di gim kedua kami lebih mengontrol dan mengalihkan Gicquel terutama, karena pergerakan tangannya bagus banget. Di gim ketiga pun sama, kami buat dia lari-lari terus," pungkasnya.



