Penerapan sistem skor baru ini sejalan dengan perubahan regulasi yang akan diberlakukan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mulai Januari 2027, sekaligus menjadi bagian dari upaya PP PBSI memberikan kesempatan kepada para pemain untuk beradaptasi sebelum aturan tersebut diterapkan secara resmi.
Langkah tersebut telah dipersiapkan PP PBSI sejak akhir Juli dengan melakukan sosialisasi sistem skor 15x3 kepada seluruh pengurus provinsi di Tanah Air. Sosialisasi itu kemudian diteruskan kepada klub-klub bulu tangkis sebagai bagian dari persiapan menghadapi perubahan regulasi sekaligus membiasakan para pemain dengan karakter pertandingan yang lebih singkat.
Bagi tunggal putra Jaya Raya Jakarta, Nazwan Abdillah, yang sebelumnya telah merasakan sistem skor 15x3 saat tampil di HYDROPLUS Sirnas A DIY 2026, format tersebut menghadirkan tantangan tersendiri. Menurutnya, kemampuan mengambil kendali sejak awal pertandingan menjadi sangat penting karena pemain yang lebih cepat menemukan ritme dan menguasai permainan memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan kemenangan.
Hal tersebut ia kembali rasakan dan lakukan saat bertemu dengan wakil PB Talenta, Reygen Novrian Sumoked, di GOR Bandung, Selasa (29/9). Nazwan mampu mengatasi pertandingan dengan kemenangan dua gim langsung 15-11, 15-7. "Di sistem poin baru ini rasanya semua serba cepat, jadi siapa yang start bagus di awal, kans menang lebih besar," ujar mantan pemain PB Djarum ini kepada Djarum Badminton.
"Kalau nggak siap dari awal, pasti kita didahului oleh lawan. Kalau sudah keduluan sama lawan, rasanya berat untuk menyusul, meski poinnya lebih sedikit ketimbang 21," pungkasnya.


