"Kalau soal kesiapan, artinya begini, dengan sistem ini sebetulnya tanggapan-tanggapan dari beberapa atlet variasi. Justru beberapa atlet-atlet yang beberapa khususnya dari Jawa Barat, dalam diskusi, mereka lebih happy dengan poin 15 ini," kata Gianto kepada Djarum Badminton, Rabu (30/9).
"Karena kecepatan dan kekuatannya betul-betul diuji coba dalam waktu yang singkat, tidak perlu waktu yang panjang," tambahnya.
Gianto menilaim penerapan sistem skor 15x3 mendapat respons positif dari para atlet karena durasi pertandingan yang relatif lebih singkat. Menurutnya, format tersebut juga memberi keuntungan bagi pemain yang turun di lebih dari satu nomor karena mereka dapat menjalani pertandingan dengan beban waktu yang lebih ringan. "Kalau dulu, kan, karena dengan poin yang lebih lebar dari sisi fisik juga lebih berat. Tapi sekarang lebih memacu mereka untuk bermain," tanggap pria yang juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua Panitia Pelaksana HYDROPLUS Sirnas A Jabar 2026 ini.
Hingga hari keempat penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional tersebut, Gianto menilai rangkaian pertandingan yang berlangsung di dua gedung olahraga berjalan lancar. Ia juga menyebut kinerja para wasit tetap optimal, bahkan penerapan sistem skor 15x3 dinilai membuat mereka lebih fokus dalam memimpin jalannya pertandingan. "Dari sisi perwasitan, justru, dari sisi mereka, kan, konsentrasinya lebih bagus. Konsentrasi dari sisi mereka, mereka mengatakan lebih happy," ungkapnya.
"Jadi dengan skor baru ini pun, konsentrasi mereka jadi lebih fokus," demikian Gianto.


