Ketua Harian Pengurus Provinsi PBSI Jabar, Gianto Hartono, menilai keberlanjutan pembinaan menjadi hal penting agar mata rantai regenerasi tidak terputus. Selain mendorong lahirnya klub-klub baru, ia berharap semakin banyak turnamen, baik berskala nasional maupun internasional, digelar di Jabar untuk memberikan ruang bagi para pemain muda mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.
"Kalau dari Jawa Barat, tentu harapan kami banyak atlet-atlet Jawa Barat yang terus melaju ke tingkat yang besar," katanya kepada Djarum Badminton, Rabu (30/9), di sela-sela penyelenggaraan HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jabar 2026, di GOR Bandung.
"Dan kemudian harapan kedua, tentunya kami masih mendapat kesempatan terus untuk terus melakukan pembinaan, khususnya pertandingan yang diadakan di Jawa Barat," katanya.
Pria yang juga ditunjuk sebagai HYDROPLUS Sirnas A Jabar 2026 itu secara umum menilai, persaingan di berbagai kejuaraan nasional, termasuk rangkaian Sirnas, masih banyak diwarnai klub-klub papan atas. Dari Jawa Barat, khususnya Bandung, sejumlah nama seperti Mutiara Cardinal Bandung dan SGS-PLN Bandung telah lama dikenal sebagai klub yang aktif melahirkan pemain berprestasi.
Di tengah persaingan tersebut, Gianto melihat munculnya klub-klub baru sebagai perkembangan positif bagi pembinaan bulu tangkis di Jawa Barat. Salah satunya Taqi Arena Badminton Academy yang mulai mencuri perhatian melalui proses pembinaan serta prestasi yang ditorehkan para pemain mudanya.
Sebanyak 974 atlet dari berbagai klub di Indonesia ambil bagian dalam HYDROPLUS Sirnas A Jabar 2026. Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang penting bagi para pebulu tangkis dari berbagai daerah untuk menguji kemampuan sekaligus memburu prestasi di level nasional. Memasuki seri kelima sekaligus penutup rangkaian HYDROPLUS Sirnas A musim kompetisi 2026, persaingan di Bandung hadir setelah empat seri sebelumnya digelar di Surabaya, Kudus, Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan menjadi seri terakhir, turnamen ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menutup musim dengan hasil terbaik setelah melewati rangkaian persaingan sepanjang tahun.
Gianto menyatakan, kejuaraan ini menggunakan dua gedung olahraga (GOR), yakni GOR Bandung dan GOR Padjadjaran, untuk menggelar kejuaraan berskala nasional pada 28 September–3 Oktober. Penggunaan dua arena tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingginya jumlah peserta sekaligus mendukung kelancaran pertandingan selama kejuaraan berlangsung.
Selain jumlah peserta yang cukup besar, penerapan sistem skor baru 15x3 juga menjadi salah satu pertimbangan panitia dalam menggunakan dua GOR. Format pertandingan yang memiliki durasi lebih singkat memungkinkan rangkaian pertandingan berlangsung lebih padat sehingga pembagian arena diperlukan untuk menjaga kelancaran jadwal pertandingan.


