Rionny Berikan Misi Khusus Untuk Gregoria

Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia) mendapatkan misi khusus dari Pelatih Rionny Mainaky sebelum Olimpiade Tokyo 2020.
Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia) mendapatkan misi khusus dari Pelatih Rionny Mainaky sebelum Olimpiade Tokyo 2020.
Nasional ‐ Created by Bimo Tegar

Jakarta | Setelah perhelatan akbar Olimpiade Tokyo 2020 resmi diundur hingga tahun depan, Kepala Pelatih Tunggal Putri PBSI, Rionny Mainaky lantas memberikan misi khusus untuk Gregoria Mariska guna meningkatkan performanya sebelum turun di pesta olahraga multievent empat tahunan terbesar di dunia itu.

Berdasarkan sudut pandang Rionny, ditundanya pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 ini bisa menjadi kesempatan besar bagi Gregoria untuk mencari gelar juara di turnamen reguler BWF. Maka dari itu, Rionny mengatakan bila dirinya enggan melulu mengarahkan fokus Gregoria ke Olimpiade, melainkan lebih memberikannya misi untuk mencuri gelar di turnamen reguler.

“Jadi saat ini kita lebih memfokuskan dia (Gregoria) untuk mencari gelar di turnamen level berapa saja, bukan untuk ke Olimpiade dulu,” ujar Rionny Mainaky, seperti dilansir Indosport.com dari Antara.

Gregoria menjadi salah satu pebulutangkis Indonesia yang diproyeksikan berlaga di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Berkaca dari ranking kualifikasi Race to Tokyo per 24 Maret 2020, tunggal putri besutan PB Mutiara Cardinal Bandung ini untuk sementara menempati peringkat ke-15.

Peringkat tersebut merupakan posisi minimal di sektor tunggal guna memastikan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Kendari Gregoria memiliki peluang tersebut, namun Rionny menganggap jika anak asuhannya itu masih harus meningkatkan kualitas permainannya lewat sejumlah turnamen reguler BWF.

Tujuannya, lanjut Rionny, agar Gregoria bisa lebih percaya diri saat berhadapan dengan pemain yang lebih diunggulkan seandainya ia berhasil tampil di Olimpiade Tokyo 2020 nanti. Rionny juga mengatakan bila Gregoria sudah memiliki mental bertanding yang bagus, terutama saat melawan pebulutangkis unggulan seperti Ratchanok Intanon dari Thailand dan tunggal putri nomor satu dunia asal Taiwan, Tai Tzu Ying.

“Kenapa saya lebih targetkan dapat gelar juara di turnamen dulu, agar kalau ada gelar dia lolos Olimpiade, dia bisa lebih percaya diri mainnya. Saya juga berbicara ke dia kalau semua pemain unggulan sudah bertemu kamu (Gregoria), seharusnya dia sudah tahu bagaimana lawannya,” bebernya.