Pada awal musim ini, Kim Won Ho/Seo Seung Jae asal Korea Selatan masih melanjutkan dominasi yang mereka bangun sepanjang 2025. Namun, peta persaingan mulai berubah setelah final Piala Thomas 2026 pada Mei lalu. Pasangan peringkat teratas dunia tersebut mulai menunjukkan celah untuk dikalahkan, sementara sejumlah pesaing, terutama Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia), Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia), serta Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India), mulai tampil menonjol.
Di luar nama-nama tersebut, sejumlah pasangan lain juga memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan podium. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), melalui lamannya pada Kamis (13/8), menyoroti lima ganda putra yang dinilai patut diperhatikan pada BWF World Championships 2026 yang digelar di New Delhi, India, pada pekan depan.
Kim Won Ho/Seo Seung Jae
Pasangan "Negeri Ginseng" ini nyaris tak terbendung sepanjang tahun lalu dan mampu mempertahankan performa tersebut hingga kuartal pertama 2026. Namun, belakangan mereka mulai menunjukkan kerentanan. Meski telah mencapai dua semifinal dan dua final sejak Piala Thomas 2026, kegagalan merebut gelar juara dalam empat turnamen terakhir menjadi catatan yang tidak biasa. Kini, pertanyaannya adalah, apakah Kim/Seo mampu kembali ke performa terbaik tepat waktu untuk mempertahankan gelar dunia?
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
Dua gelar juara beruntun di Japan Open 2026 dan China Open 2026, yang keduanya diraih setelah mengalahkan Kim/Seo, menjadi bukti bahwa Fajar/Fikri tengah berada dalam performa terbaik menjelang BWF World Championships 2026. Setelah mengawali musim dengan cukup solid, duo "Merah Putih" itu kian konsisten di fase akhir persiapan. Mereka juga mencapai tiga final dalam empat turnamen terakhir, sebuah catatan yang menunjukkan peningkatan level permainan secara signifikan.
Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty
Bagi pasangan tuan rumah ini, BWF World Championships 2026 menjadi kesempatan istimewa untuk tampil di hadapan publik sendiri. Rankireddy/Shetty datang dengan modal positif setelah menjuarai Singapore Badminton Open 2026 dengan mengalahkan dua pasangan terkuat di Tur Dunia BWF. Perpaduan permainan menyerang yang agresif dan karisma di lapangan membuat mereka menjadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan. Peraih medali perunggu BWF World Championships 2022 tersebut bertekad memanfaatkan dukungan penonton untuk menambah energi dalam perburuan gelar.
Goh Sze Fei/Nur Izzuddin
Pasangan negeri jiran ini dikenal dengan ketenangan mereka di lapangan dan telah mencapai tiga final sepanjang musim 2026. Salah satu periode terbaik mereka terjadi di Indonesia, ketika Goh/Izzuddin menjuarai Indonesia Masters 2026 dan Polytron Indonesia Open 2026. Mereka juga mencapai semifinal Thailand Open 2026 dan Japan Open 2026. Ketenangan dalam membangun serangan, kemampuan bermain di depan net, serta kecerdikan dalam membuka ruang, menjadi sejumlah kekuatan yang membuat permainan mereka menarik untuk disaksikan.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
Sebagai salah satu pasangan muda paling menjanjikan di Tur Dunia BWF, Raymond/Joaquin telah mencatatkan perkembangan mengesankan meski keduanya masih berada di awal usia 20-an. Mereka telah mencapai tiga final sepanjang musim ini, termasuk pada Polytron Indonesia Open 2026. Dengan gaya bermain menyerang yang lepas dan relatif minim tekanan, pasangan Indonesia tersebut berpotensi menjadi pengganggu serius bagi para pemain berpengalaman dan pasangan-pasangan yang lebih diunggulkan.
Selain lima pasangan tersebut, BWF juga menyoroti sejumlah kandidat kuat lainnya, yakni Liang Wei Keng/Wang Chang (China), Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin (Taiwan), Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard (Denmark), serta Chen Zhi Yi/Presley Smith (Amerika Serikat). Dari kubu tuan rumah, Hariharan Amsakarunan/MR Arjun juga menjadi pasangan lain yang patut diperhatikan selain Rankireddy/Shetty.



