"Saya dan Faathir waktu di lapangan tidak tahu kenapa mereka memutuskan mundur karena sepertinya tidak ada gerakan yang membuat cedera," tutur Devin kepada tim Humas dan Media PP PBSI, usai laga yang digelar di Shenzhen Arena, Shenzhen, China tersebut.
"Setelah saya tanya ternyata Izzuddin sakit demam dari semalam. Daripada dipaksakan mungkin mundur menjadi keputusan terbaik," tambahnya.
Devin menilai kemenangan pada gim pertama tidak lepas dari kemampuan mereka dalam menerapkan pola permainan aman, sambil tetap membangun serangan. Selain itu, Goh/Izzuddin yang cukup sering mengangkat bola memberi mereka kesempatan untuk terus menekan dan mengambil kendali permainan.
Di babak berikutnya, Faathir/Devin bertemu pasangan Malaysia lainnya, Tee Kai Wun/Yap Roy King. "Target kami pasti mau yang terbaik, penginnya bisa ke delapan besar dulu tapi coba step by step. Tidak mudah karena ini Super 750 pertama kami," demikian Faathir.



