Polytron Pontianak IM 2026 - Sektor Tunggal Masih Punya Banyak Pekerjaan Rumah

Thalita Ramadhani Wiryawan (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Thalita Ramadhani Wiryawan (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Indonesia Masters ‐ Created by EL

Pontianak | PP PBSI mencatat sejumlah bahan evaluasi dari penampilan para pemain pelatnas pada Polytron Pontianak Indonesia Masters (IM) 2026. Induk organisasi olahraga pukul bulu itu melihat adanya sejumlah perkembangan positif, terutama dari para pemain muda yang mendapat kesempatan tampil pada turnamen level BWF Tour Super 100 tersebut.

Meski demikian, PBSI menilai masih terdapat beberapa aspek yang perlu dibenahi agar para pemain dapat menunjukkan performa yang lebih stabil. Berbagai catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

Dari sektor tunggal putra, kepala pelatih tunggal putra pratama PP PBSI, Wiempie Mahardi, menilai penampilan Richie Duta Richardo telah mendekati kemampuan maksimalnya. Namun, ia mengakui jadwal pertandingan yang berlangsung secara beruntun cukup menguras fisik, sehingga kondisi kebugaran Richie terlihat sedikit menurun. "Namun, ini menjadi pengalaman penting bagi pemain muda, terutama untuk membangun mental dan fighting spirit," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Sementara itu, Wiempie menilai Dendi Triansyah juga telah berupaya menunjukkan penampilan terbaiknya sepanjang turnamen. Menurutnya, sejumlah materi dan pola permainan yang selama ini dilatih mulai dapat diterapkan Dendi dalam pertandingan. "Ke depan, strength endurance masih perlu ditingkatkan dan akan kami evaluasi kembali dalam program latihannya," ujarnya.

Adapun dari sektor tunggal putri, asisten pelatih tunggal putri utama PP PBSI, Nunung Subandoro, menilai penampilan para pemain secara keseluruhan masih belum memenuhi harapan. Ia menyebut hasil yang lebih baik diharapkan terutama dari Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, mengingat keduanya telah cukup sering tampil pada turnamen dengan level yang lebih tinggi.

Nunung juga menyinggung hasil undian yang dinilainya kurang menguntungkan karena dua wakil Indonesia, Thalita dan Chiara Marvella Handoyo, sudah harus bertemu pada babak pertama. Meski demikian, ia menegaskan situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika pertandingan yang tetap harus dihadapi para pemain. "Ke depan, ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan, terutama dari faktor mental untuk membangun daya juang dan keberanian dalam pertandingan," ungkapnya.

"Dari sisi fisik juga perlu ditingkatkan, khususnya daya tahan dan kekuatan, agar mereka bisa lebih konsisten menjaga performa sepanjang pertandingan," demikian Nunung.